Cari Blog Ini

Rabu, 22 September 2021

PT KONTAK PERKASA FUTURES | Bursa Wall Street Berakhir Mixed; Data Perumahan AS Beri Dukungan




PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Bursa saham AS pada hari Selasa ditutup beragam. Saham mendapat dukungan dari beberapa aksi beli-turun dan dari laporan perumahan AS yang lebih kuat dari perkiraan pada hari Selasa. Saham AS juga melihat dukungan carry-over dari reli +1,33% Selasa di indeks Euro Stoxx 50. Namun, kekhawatiran tentang penularan dari krisis utang di pengembang properti China Evergrande Group membebani saham Selasa setelah S&P Global Ratings hari ini mengatakan Evergrande Group berada di ambang default.

Indeks S&P 500 ditutup turun -0,08%, Indeks Dow Jones Industrials ditutup turun -0,15%, dan Indeks Nasdaq 100 ditutup naik +0,10%.

Data ekonomi AS hari Selasa adalah bullish untuk saham. Perumahan mulai Agustus AS naik +3,9% m/m menjadi 1,615 juta, lebih kuat dari ekspektasi 1,550 juta. Juga, izin bangunan Agustus, proksi untuk konstruksi masa depan, secara tak terduga naik +6,0% m/m ke level tertinggi 4 bulan di 1,728 juta, lebih kuat dari ekspektasi penurunan ke 1,600 juta.

ConocoPhillips (COP) ditutup naik lebih dari +3% pada hari Selasa untuk memimpin kenaikan di S&P 500 setelah setuju untuk membeli aset Permian Basin Royal Dutch Shell seharga $9,5 miliar secara tunai.

AutoZone (AZO) ditutup naik +3% pada hari Selasa setelah melaporkan EPS Q4 sebesar $35,72, jauh di atas konsensus $29,81.

Seagen (SGEN) ditutup naik lebih dari +3% pada hari Selasa untuk memimpin perolehan di Nasdaq 100 setelah obat Tivdak yang bermitra dengan Genmab untuk pasien dewasa dengan kanker serviks berulang atau metastatik memenangkan persetujuan yang dipercepat dari Food and Drug Administration (FDA) AS.

Disney (DIS) ditutup turun lebih dari -4% pada Selasa untuk menyeret Dow Jones Industrials lebih rendah setelah memperkirakan pelanggan streaming Q4 sebesar 116 juta, di bawah konsensus 125,7 juta.

Activision Blizzard (ATVI) ditutup turun lebih dari -4% pada hari Selasa untuk memimpin pecundang di Nasdaq 100 pada berita akhir Senin bahwa perusahaan tersebut dipanggil oleh Securities and Exchange Commission (SEC), yang sedang menyelidiki pengungkapan mengenai masalah tempat kerja.

Analyst memperkirakan bursa Wall Street akan mencermati perkembangan keputusan dan pernyataan kebijakan The Fed terkait suku bunga yang diindikasikan mempertahankan tungkat suku bunga, tapi akan dicermati pernyataan The Fed apakah mendukung ekonomi AS atau tidak. PT KONTAK PERKASA FUTURES

vibiznews.com


Baca juga artikel lainnya
1. Bitcoin ‘Bikin Sakit’, Lebih Baik Pilih Emas | PT KONTAK PERKASA FUTURES
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KONTAK PERKASA FUTURES
3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KONTAK PERKASA FUTURES
4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KONTAK PERKASA FUTURES
5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KONTAK PERKASA FUTURES
6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KONTAK PERKASA FUTURES
7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KONTAK PERKASA FUTURES

Selasa, 21 September 2021

PT KONTAK PERKASA | Rupiah Selasa Pagi Rebound ke Sekitar Rp14.237/USD; Dollar di Asia Terkoreksi, Rentang Terbatas




PT KONTAK PERKASA SURABAYA - Dalam pergerakan pasar uang Selasa pagi ini (21/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau rebound terbatas, sementara dollar AS di pasar Asia perlahan turun setelah terkoreksi tipis di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS pagi ini menguat 0,04% atau 5 poin ke level Rp 14.237 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.242.

Analis melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 14.255 kemudian bergerak kuat ke Rp14.237, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp 14.237. Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia perlahan turun setelah terkoreksi tipis di sesi global sebelumnya; bergerak terbatas sebagai safe haven di tengah melemahnya bursa dan ekspektasi tapering dalam waktu dekat.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini turun tipis ke level 93,17, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 93,22.

Sementara itu, IHSG Selasa di awal sesi pertama melemah 26,636 poin (0,44%) ke level 6.049,679, sedangkan bursa saham kawasan Asia terpantau bias melemah di tengah investor mencermati efek berantai dari jatuhnya saham properti Evergrande Group di bursa China serta Wall Street yang berakhir dalam koreksi.

Analis melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Asia beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp14.176 – Rp14.350. PT KONTAK PERKASA

vibiznews.com

Baca juga artikel lainnya
1. Bitcoin ‘Bikin Sakit’, Lebih Baik Pilih Emas | PT KONTAK PERKASA
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KONTAK PERKASA
3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KONTAK PERKASA
4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KONTAK PERKASA
5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KONTAK PERKASA
6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KONTAK PERKASA
7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KONTAK PERKASA

Senin, 20 September 2021

KONTAK PERKASA FUTURES | Bursa Asia Tekan IHSG Sesi I, Merosot 1.17%, Asing Jual Bersih Rp32.12 Miliar




KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Sesi I siang ini ditutup turun hari ini, Senin (20/9/2021), anjlok 1.17% ke level 6.061.

Sepanjang jam perdagangan, IHSG bergerak di zona merah dan terus tertekan hingga istirahat makan siang, 10 dari 11 sektor ditutup turun, dipimpin sector Bahan Baku yang anjlok 1.89% disusul sector Perindustrian 1.88% dan sector Barang Konsumer Primer, 1.71 persen.

Dari catatan bursa, ada 132 saham yang harganya menguat, 385 saham melemah, dan 139 saham tidak mengalami perubahan. Investor asing membukukan jual bersih senilai Rp32,12 miliar di seluruh pasar.

Saham PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk. (KIAS) menjadi top gainers, dengan penguatan 26 persen ke level Rp63 per saham. Sementara, saham PT Indo Oil Perkasa Tbk. (OILS) menjadi top losers dengan penurunan 6,94 persen ke level harga Rp402 per saham.

Investor asing tercatat melepas saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) sebesar Rp21,8 miliar, atau terbanyak pada penutupan sesi I. Lalu diikuti saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebanyak Rp18,6 miliar, dan PT HM Samporena Tbk. (HMSP) sebanyak Rp12 miliar.

IHSG alami pelemahan mengikuti mayoritas saham Asia yang turun, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas stabilitas pemulihan ekonomi global akibat penyebaran varian Delta.

Indeks Hang Seng merosot hampir 4 persen, diperdagangkan pada level terendah hampir 11 bulan, karena China mempertahankan tindakan kerasnya di berbagai industri dalam pertemuan pribadi dengan para eksekutif Wall Street. Selain itu, para investor juga tengah berhati-hati menunggu pertemuan FOMC pada 21-22 September 2021. KONTAK PERKASA FUTURES

vibiznews.com


Baca juga artikel lainnya
1. Bitcoin ‘Bikin Sakit’, Lebih Baik Pilih Emas | KONTAK PERKASA FUTURES
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | KONTAK PERKASA FUTURES
3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | KONTAK PERKASA FUTURES
4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | KONTAK PERKASA FUTURES
5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | KONTAK PERKASA FUTURES
6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | KONTAK PERKASA FUTURES
7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | KONTAK PERKASA FUTURES

Jumat, 17 September 2021

PT KP PRESS | Rupiah Jumat Siang Rebound ke Rp14.232/USD; Dollar di Asia Balik Terkoreksi Paska Menguat




PT KP PRESS SURABAYA
- Dalam pergerakan pasar uang akhir pekan Jumat siang ini (17/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau rebound kuat, melepaskan loss sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia bergerak turun setelah menguat di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS siang ini menguat 0,14% atau 20 poin ke level Rp 14.232 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.252.

Analis melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 14.275 kemudian bergerak kuat ke Rp14.232, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 14.232. Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia bergerak turun setelah menguat di sesi global sebelumnya; sempat menanjak oleh melejitnya penjualan retail AS yang kembali menaikkan ekspektasi tapering the Fed dalam waktu dekat.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini turun tipis ke level 92,83, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 92,87.

Sementara itu, IHSG Jumat di akhir sesi pertama melemah 11,059 poin (0,18%) ke level 6.098,883, sedangkan bursa saham kawasan Asia terpantau mixed di tengah bursa Hong Kong yang masih tertahan serta Wall Street yang berakhir variatif.

Analis melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Asia menurun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp14.180 – Rp14.350. PT KP PRESS

vibiznews.com


Baca juga artikel lainnya
1. Bitcoin ‘Bikin Sakit’, Lebih Baik Pilih Emas | PT KP PRESS
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KP PRESS
3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KP PRESS
4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KP PRESS
5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KP PRESS
6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KP PRESS
7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KP PRESS

Kamis, 16 September 2021

PT KONTAK PERKASA FUTURES | Rupiah Kamis Pagi Melompat ke Sekitar Rp14.222/USD; Dollar di Asia Flat, Dikoreksi Data Inflasi




PT KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Dalam pergerakan pasar uang Kamis pagi ini (16/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau lompat menguat, sementara dollar AS di pasar Asia mendatar setelah melemah di sesi global sebelumnya. Rupiah terhadap dollar AS pagi ini menguat 0,14% atau 20 poin ke level Rp 14.222 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.242.

Analis melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 14.215 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp14.230, dan terakhir pagi ini WIB terpantau di posisi Rp 14.222. Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia mendatar setelah melemah di sesi global sebelumnya; terkoreksi oleh data inflasi AS yang di bawah ekspektasi dan meredakan perkiraan tapering dalam waktu dekat.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini flat ke level 92,47, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 92,47.

Sementara itu, IHSG Kamis di awal sesi pertama menguat 20,286 poin (0,33%) ke level 6.130,515, sedangkan bursa saham kawasan Asia terpantau mixed dengan bursa Hong Kong lanjut terkoreksi dan Wall Street ditutup kompak menguat.

Analis melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Asia flat. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp14.180 – Rp14.350. PT KONTAK PERKASA FUTURES

vibiznews.com

Baca juga artikel lainnya
1. Bitcoin ‘Bikin Sakit’, Lebih Baik Pilih Emas | PT KONTAK PERKASA FUTURES
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KONTAK PERKASA FUTURES
3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KONTAK PERKASA FUTURES
4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KONTAK PERKASA FUTURES
5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KONTAK PERKASA FUTURES
6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KONTAK PERKASA FUTURES
7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KONTAK PERKASA FUTURES

Rabu, 15 September 2021

PT KONTAK PERKASA | Rekomendasi GBP/USD 15 September 2021: Naik karena Melemahnya USD




PT KONTAK PERKASA SURABAYA - GBP/USD lompat ke arah 1.39 setelah Core CPI AS meleset dengan 4% YoY, namun kemudian tertekan kembali ke 1.3847 karena Sterling terpukul oleh keprihatinan Brexit dan lemahnya angka Claimant Count Change Inggris.

Angka klaim pengangguran Inggris turun hanya 58.600 di bulan Agustus, lebih rendah daripada yang diperkirakan sebesar 70.000 yang menunjukkan bahwa Inggris sedang mengalami perlambatan dalam proses pemulihan.

Angka bulan Juli lebih bagus, dimana tingkat pengangguran turun dari 4.7% ke 4.6% sebagaimana dengan yang diperkirakan. Namun sebenarnya jutaan dari orang Inggris masih menikmati skema cuti yang sedang dalam kondisi sebentar lagi berakhir.

Pertumbuhan yang melambat dan melemahnya dukungan pemerintah berarti semakin tingginya tingkat ketidakpastian dan potensi penundaan atas rencana Bank of England menaikkan tingkat suku bunga.

Terlepas dari data pekerjaan Inggris dan data inflasi AS, berita mengenai Brexit tetap ada. Kepala negosiator Inggris David Frost mendesak bahwa Uni Eropa harus bergerak memberikan kemajuan dalam hal protocol Irlandia Utara. Isu ini menambah tekanan terhadap Sterling.

“Support” terdekat menunggu di 1.3800 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3760 dan kemudian 1.3725.  “Resistance” terdekat menunggu di 1.3895 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3950 dan kemudian 1.3985. PT KONTAK PERKASA

vibiznews.com


Baca juga artikel lainnya
1. Bitcoin ‘Bikin Sakit’, Lebih Baik Pilih Emas | PT KONTAK PERKASA
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | PT KONTAK PERKASA
3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | PT KONTAK PERKASA
4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | PT KONTAK PERKASA
5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | PT KONTAK PERKASA
6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | PT KONTAK PERKASA
7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | PT KONTAK PERKASA

Selasa, 14 September 2021

KONTAK PERKASA FUTURES | Bursa Wall Street Sebagian Besar Positif; Penurunan Saham Moderna Menekan Indeks Nasdaq



KONTAK PERKASA FUTURES SURABAYA - Bursa saham AS pada hari Senin sebagian besar berakhir lebih tinggi. Reli harga minyak mentah ke level tertinggi 1-1/4 bulan Senin mendorong saham energi dan memberikan dukungan ke pasar secara keseluruhan. Penurunan -6% di Moderna pada hari Senin membuat Nasdaq 100 berakhir turun tipis di wilayah negatif.

Indeks S&P 500 ditutup naik +0237%, Indeks Dow Jones Industrials ditutup naik +0,76%, dan Indeks Nasdaq 100 ditutup turun -0,04%.

Data ekonomi AS hari Senin sedikit mendukung untuk saham. Defisit anggaran bulanan A.S. Agustus sebesar -$170,6 miliar lebih kecil dari ekspektasi -$175,0 miliar.

Komentar pada hari Senin dari Presiden Fed Philadelphia Harker adalah bearish untuk saham ketika dia mengatakan gangguan rantai pasokan menyebabkan banyak lonjakan inflasi baru-baru ini dan mungkin berumur lebih lama dari yang diperkirakan semula. Dia mengatakan dia mendukung bergerak menuju proses pengurangan “lebih cepat daripada nanti.”

Reli lebih dari +1% dalam harga minyak mentah ke level tertinggi 1-1/4 bulan Senin mendorong stok energi dan penyedia layanan energi dan mendukung pasar secara keseluruhan. APA Corp (APA) dan Marathon Oil (MRO) ditutup naik lebih dari +7% untuk memimpin kenaikan di S&P 500 pada hari Senin. Occidental Petroleum (OXY) ditutup naik lebih dari +6%. Halliburton (HAL), Schlumberger (SLB), dan Valero Energy (VLO) ditutup naik lebih dari +4%, dan Diamondback Energy (FANG) dan ConocoPhillips (COP) ditutup naik lebih dari +3%.

Moderna (MRNA) ditutup turun lebih dari -6% Senin untuk memimpin pelemahan di S&P 500 dan Nasdaq 100 setelah laporan Senin dari jurnal medis Lancet mengatakan vaksin Covid bekerja dengan sangat baik sehingga kebanyakan orang belum perlu mendapatkan suntikan booster.

Penyebaran varian delta Covid di seluruh dunia terus memberikan tantangan bagi AS dan ekonomi global. Pemerintah Jepang Rabu lalu mengatakan akan memperpanjang keadaan darurat Covid di Tokyo, Osaka, dan 17 prefektur lainnya hingga 30 September.

Malam nanti akan dirilis data Inflasi AS bulan Agiustus yang diindikasikan masih berada dalam kisaran tinggi.

Analyst memperkirakan bursa Wall Street akan mencermati data inflasi AS bulan Agustus yang akan dirilis malam nanti, yang jika terjadi peningkatan akan memicu kekhawatiran peningkatan inflasi dan dapat menekan bursa saham. KONTAK PERKASA FUTURES

vibiznews.com


Baca juga artikel lainnya
1. Bitcoin ‘Bikin Sakit’, Lebih Baik Pilih Emas | KONTAK PERKASA FUTURES
2. Investasi Emas Tetap Menggiurkan Sampai Kuartal Pertama 2018 | KONTAK PERKASA FUTURES
3. Investasi Masih Menarik Tahun 2018 | KONTAK PERKASA FUTURES
4. Menengok Prospek Bisnis Investasi di Tahun Politik | KONTAK PERKASA FUTURES
5. Tahun 2018, Bisnis investasi Dinilai Tetap Menarik | KONTAK PERKASA FUTURES
6. 2018 Emas dan Dolar Pilihan Menarik untuk Investasi Berjangka | KONTAK PERKASA FUTURES
7. KPF: Bisnis Investasi Masih Menarik pada 2018 | KONTAK PERKASA FUTURES